بسم الله الرحمن الرحيم
Sungguh kenikmatan-kenikmatan dalam al jannah tidak akan dicapai oleh indera manusia. Belum pernah dilihat oleh penglihatan siapa pun, belum pernah didengar oleh pendengaran siapa pun, dan belum pula terbetik dalam hati siapa pun. Demikianlah yang dikhabarkan Baginda Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam dalam hadits yang diriwayatkan shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu:
“Allah berfirman (artinya): ”Aku telah sediakan bagi hamba-hamba-Ku yang shalih (kenikmatan Al jannah) yang belum pernah dilihat mata, didengar telinga, serta terlintas di hati manusia. (HR. Muslim no. 2824)
Kenikmatan-kenikmatan itu menggambarkan, rahmat Allah subhanahu wata’ala itu betapa luas tanpa batas, bagaikan hamparan tiada bertepi. Yang Allah subhanahu wata’ala sedialam bagi hamban-hamba-Nya yang shalih. Tapi itu bukan semata-mata hasil amal shalih yang dilakukan oleh seorang hamba, sekalipun ia seorang nabi. Bahkan Nabi Muhammad shalallahu ‘alaihi wasallam sebagai Imamul Anbiya’ (pemimpin para nabi), ia adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu al jannah, hal itu bukan semata disebabkan amal shalih yang ia usahakan, namun berkat rahmat Allah subhanahu wata’ala.
فَإِنَّهُ لَنْ يُدْخِلَ الْجَنَّةَ أَحَدًا عَمَلُهُ قَالُوا وَلاَ أَنْتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ: وَلاَ أَنَا إِلاَّ أَنْ يَتَغَمَّدَنِيَ اللَّهُ مِنْهُ بِرَحْمَةٍ
“Sungguh bukanlah seseorang itu masuk al jannah karena amalannya. Para shahabat bertanya: “Demikian juga engkau wahai Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam Beliau berkata: “Demikian juga saya, melainkan Allah subhanahu wata’ala melimpahkan rahmat-Nya kepadaku. (HR. Al Bukhari no. 6463 dan Muslim no. 2816)
Ciri Fisik Penghuni Al Jannah
Penghuni al jannah memiliki ciri-ciri khusus. Diantaranya;
Berperawakan seperti Adam. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
فَكُلُّ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ آدَمَ وَطُولُهُ سِتُّونَ ذِرَاعًا فَلَمْ يَزَلْ الْخَلْقُ يَنْقُصُ بَعْدَهُ حَتَّى اْلآنَ
“Maka setiap orang yang masuk al jannah wajahnya seperti Adam dan tingginya 60 hasta, setelah Adam manusia terus mengecil hingga sampai sekarang.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Berusia masih muda. Dari shahabat Syahr bin Husyab radhiallahu ‘anhu, Rasulullah bersabda:
يَدْخُلُ أَهْلُ الْجَنَّةِ الْجَنَّةَ جُرْدًا مُرْدًا مُكَحَّلِينَ أَبْنَاءَ ثَلاَثِينَ أَوْ ثَلاَثٍ وَثَلاَثِينَ سَنَةً
“Penghuni al jannah akan masuk ke dalam al jannah dengan keadaan rambut pendek, jenggot belum tumbuh, mata bercelak, dan berusia tiga puluh tahun atau tiga pulu tiga tahun.” (HR. At Tirmidzi no. 2468, dihasankan Asy Syaikh Al Albani. Keraguan ini berasal dari perawi, namun dalam riwayat Ahmad, Ibnu Abi Dunya, Ath Thabarani dan Al Baihaqi dengan riwayat tegas tanpa ada keraguan yaitu berusia 33 tahun. Lihat Tuhfatul Ahwadzi 7/215)
Orang Yang Pertama Mengetuk Pintu Al Jannah
Orang pertama kali yang mengetuk pintu al jannah, lalu membukanya dan kemudian memasukinya adalah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam. Dari shahabat Anas bin Malik radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
أَنَا أَكْثَرُ اْلأَنْبِيَاءِ تَبَعًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَأَنَا أَوَّلُ مَنْ يَقْرَعُ بَابَ الْجَنَّةِ
“Saya adalah orang yang paling banyak pengikutnya pada Hari Kiamat dan saya adalah orang yang pertama kali mengetuk pintu Al Jannah.” (HR. Muslim no. 196)
Masih dari shahabat Anas bin Malik namun dalam riwayat At Tirmidzi, dengan lafadz:
“Saya adalah orang yang pertama kali keluar jika mereka dibangkitkan. Saya adalah orang pertama kali bicara, jika mereka diam. Saya adalah pemimpin mereka, jika mereka dikirim. Saya adalah pemberi syafaat kepada mereka, jika mereka tertahan. Saya adalah pemberi berita gembira, jika mereka putus asa. Panji pujian ada digenggaman tanganku. Kunci-kunci al jannah ada ditanganku. Saya adalah keturunan Adam yang paling mulia di sisi Rabb-ku dan tidak ada kebanggaan melebihi hal ini. Saya dikelilingi seribu pelayan setia laksana mutiara yang tersimpan.”
Umat Yang Pertama Kali Masuk Al Jannah Dan Ciri-Cirinya
Sekalipun umat Islam ini adalah umat terakhir, namun Allah subhanahu wata’ala (dengan rahmat-Nya yang luas) memilihnya sebagai umat yang pertama kali masuk al jannah. Dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
نَحْنُ اْلآخِرُونَ اْلأَوَّلُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَنَحْنُ أَوَّلُ مَنْ يَدْخُلُ الْجَنَّةَ بَيْدَ أَنَّهُمْ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِنَا وَأُوتِينَاهُ مِنْ بَعْدِهِمْ
“Kita adalah umat terakhir namun paling awal pada hari kiamat. Kita adalah umat yang pertama kali masuk al jannah, meskipun mereka diberi kitab sebelum kita, dan kita diberi kitab sesudah mereka.” (HR. Muslim no. 855)
Selain itu, Allah subhanahu wata’ala pun menampilkan umat Islam dengan penampilan yang amat indah. Masih dari shahabat Abu Hurairah radhiallahu ‘anhu, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ أَوَّلَ زُمْرَةٍ يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ عَلَى صُورَةِ الْقَمَرِ لَيْلَةَ الْبَدْرِ ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ عَلَى أَشَدِّ كَوْكَبٍ دُرِّيٍّ فِي السَّمَاءِ إِضَاءَةً
“Rombongan pertama yang masuk Al Jannah laksana bulan purnama, sedangkan rombongan berikutnya bagaikan bintang yang paling berkilau di langit.”
(HR. Al Bukhari no. 3327, Muslim no. 2824)
Orang Fakir Miskin Lebih Dahulu Masuk Al Jannah
Lalu siapakah diantara umat Islam yang pertama kali masuk al jannah? Hal yang sama pernah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tanyakan kepada para shahabatnya. Seraya mereka menjawab: “Allah dan Rasul-Nya yang lebih tahu.” Barulah Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan: “Mereka adalah kaum faqir Muhajirin yang terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Salah seorang dari mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya namun ia tidak mampu menunaikannya. Para Malaikat berkata: ” Ya Rabb-kami, kami adalah para malaikat-Mu, penjaga-Mu, dan penghuni langit-Mu, janganlah Engkau dahulukan mereka daripada kami memasuki jannah-Mu! Allah subhanahu wata’ala berfirman: “Mereka adalah hamba-hamba-Ku yang tidak menyekutukan-Ku dengan sesuatu apapun. Mereka terlindungi dari hal-hal yang dibenci. Ada salah seorang diantara mereka meninggal dunia sementara kebutuhannya masih ada di dadanya yang tidak mampu ia tunaikan. Mendengar jawaban Allah seperti itu, para malaikat segera masuk ketempat mereka dari semua pintu seraya berkata,” Salam sejahtera untuk kalian atas kesabaran kalian. Ini adalah sebaik-baik tempat tinggal.” (HR. Ahmad dan At Thabarabi, dari shahabat Abdullah bin Umar)
Sementara dalam riwayat Al Imam Muslim dan At Tirmidzi menjelaskan selisih waktu antara rombongan orang-orang fakir dengan orang-orang kaya masuk ke dalam al jannah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
إِنَّ فُقَرَاءَ الْمُهَاجِرِينَ يَسْبِقُونَ اْلأَغْنِيَاءَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ إِلَى الْجَنَّةِ بِأَرْبَعِينَ خَرِيفًا
“Orang-orang fakir kaum Muhajirin masuk Al Jannah mendahului orang-orang kaya dari mereka, dengan selisih waktu 40 tahun.” (HR. Muslim no. 2979)
Istri-istri Penghuni Al Jannah, Pesona, Ciri-Ciri Dan Kecantikannya
Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Dan sampaikanlah berita gembira kepada mereka yang beriman dan berbuat baik, bahwa bagi mereka disediakan surga-surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya. Setiap mereka diberi rezeki buah-buahan dalam surga-surga itu, mereka mengatakan: “Inilah yang pernah diberikan kepada kami dahulu.” Mereka diberi buah-buahan yang serupa dan untuk mereka di dalamnya ada isteri-isteri yang suci dan mereka kekal di dalamnya”. (Al Baqarah: 25)
Pada ayat di atas Allah subhanahu wata’ala memadukan antara kenikmatan fisik berupa al jannah beserta taman-taman dan sungai-sungai di dalamnya, dengan kebahagian jiwa berupa bidadari-bidadari sebagai istri-istri yang suci lagi penyejuk mata bagi mereka. Dan Allah subhanahu wata’ala memastikan bagi mereka keberlangsungan kehidupan yang abadi tiada pernah terputus sedikitpun.
Mereka dipingit di kemah-kemah dalam keadaan putih bersih nan jelita. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “(Bidadari-bidadari) yang jelita, putih bersih, dipingit dalam kemah.” (Ar Rahman: 72)
Mereka memiliki akhlak yang bagus nan indah sebagaimana kecantikan pesona wajah-wajah mereka. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya): “Di dalam surga itu ada bidadari-bidadari yang (berakhlak) baik-baik lagi cantik-cantik.” (Ar Rahman: 70)
Mereka berusia sebaya, selalu tampil dalam keadaan perawan, penuh pesona dan cinta. Allah subhanahu wata’ala berifirman (artinya): “Dan Kami jadikan bidadari-bidadari itu perawan. Penuh cinta kasih lagi sebaya umurnya. Kami ciptakan mereka untuk golongan kanan.” (Al Waqi’ah: 36-38)
Penghuni Yang Masuk Al Jannah Paling Akhir
Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Sesungguhnya aku tahu penghuni neraka yang paling akhir keluar dari neraka dan penghuni al jannah yang paling akhir masuk al jannah. Dia keluar dari neraka dengan merangkak. Allah berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah (surga) dan masuklah ke dalamnya!’ Orang tersebut bergegas pergi ke jannah dan tergambar dalam pikirannya bahwa al jannah itu telah penuh sesak. Maka ia pun kembali dan berkata kepada Allah, ‘Wahai Rabbku, aku dapati al jannah telah penuh!’ Allah pun berfirman kepadanya, ‘Pergilah ke al jannah dan masuklah ke dalamnya! Sesungguhnya engkau berhak atas nikmat sebesar dunia dan sepuluh kali lipatnya.’ Orang tersebut berkata, ‘Wahai Rabbku, apakah Engkau mengejekku dan menertawakanku, karena Engkau Sang Raja Penguasa?”
Abdullah bin Mas’ud berkata: “Kulihat Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam tertawa hingga terlihat gigi gerahamnya.” Beliau bersabda: “Itulah derajat penghuni al jannah yang paling rendah.” (HR. Al Bukhari no. 6571 dan Muslim no. 186)
Penghuni Al Jannah Melihat Rabb Mereka Dengan Mata Kepalanya
Kenikmatan tertinggi di dalam al jannah adalah melihat wajah Rabbul ‘alamin. Allah subhanahu wata’ala berfirman (artinya):
“Allah menyeru (manusia) ke darussalam (surga), dan menunjuki orang yang dikehendaki-Nya kepada jalan yang lurus (Islam). Bagi orang-orang yang berbuat baik, ada pahala yang terbaikb berupa surga dan ada tambahannya. Dan wajah mereka tidak ditutupi debu hitam dan tidak (pula) dengan kehinaan. Mereka Itulah penghuni syurga, mereka kekal di dalamnya.” (Yunus: 25-26)
Yang dimaksud dengan ada tambahannya pada ayat di atas yaitu berupa kenikmatan melihat Allah subhanahu wata’ala. Hal ini sebagaimana yang dijelaskan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dalam sabdanya: “Jika telah masuk penduduk al jannah ke dalam al jannah. Allah subhanahu wata’ala berkata: “Apakah kalian ingin tambahan dari-Ku. Mereka seraya menjawab: “Bukankah Engkau telah menjadikan wajah-wajah kami bercahaya? Bukankah Engkau telah memasukkan kami ke dalam al jannah (surga) dan menyelamatkan dari an nar (neraka). Kemudian Allah subhanahu wata’ala membuka hijab-Nya. Maka tidaklah mereka diberi nikmat yang lebih mereka sukai dibanding dengan melihat Allah subhanahu wata’ala. (HR. Muslim no. 181)
Akhir kata, demikianlah tamasya kita untuk menengok sebagian keindahan para penghuni al jannah. Dengan sebuah harapan dapat mendorong kita untuk selalu berpacu dalam beramal shalih. Tuk meraih tamasya yang hakiki yang penuh dengan kenikmatan yang abadi. Amien, Ya Rabbal ‘alamin.
Do’a Mohon Dimasukkan Al Jannah dan Dijauhkan dari An Naar
Diriwayatkan dari Ummul Mukminin ‘Aisyah, bahwasanya Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam berdo’a:
اللهم إِنِّي أَسْأَلُكَ الْجَنَّةَ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ, وَأَعُوذُبِكَ مِنَ النَّارِ وَمَا يُقَرِّبُ إِلَيْهَا مِنْ قَوْلٍ وَعَمَلٍ
“Ya Allah sesungguhnya aku memohon kepada-Mu al jannah (surga) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan, dan aku berlindung kepada-Mu dari an nar (neraka) beserta segala sesuatu yang bisa mendekatkan kepadanya dari perkataan dan perbuatan”. (HR. Ahmad, dishahihkan Asy Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah no.1542)
sumber: www.assalafy.org


lebih indah mana ya asma dunia di film avatar?? hehe.. subhanallah..
film avatar…yang mana tuh, ane blom nonton…
[...] http://ahnaaf.wordpress.com/2009/12/09/beginilah-gambaran-penghuni-surga-dalam-al-quran-sunnah/ sungguh luar biasa menurut saya, subhanallah, aslinya pasti lebih luar biasa. semoga kita termasuk yang masuk dalam jannah (surga) amin artikel saya ambil dari situs eramuslim.com [...]
allahumma inna nas’alukal jannah wa na’udzu bika min an Naar, allahumma aminnn
bergetar hatiku bacaki artikel ta hame`
tks
saya masih bingung dgn penjelsan 7 bidadari di surga, apakh dlm surga nanti kita akn melakukan “SEX”..mohn maaf mungkin krn ini ketidak tahuan saya….mohon di bls di Email saya..terima kasih
Kalau kamu dewasa dan sudah berkeluarga,.akan tahu,..bahwa selain sandang, pangan dan pertemanan , sex adalah anugrah kenikmatan yang tiada terbayangkan apabila tidak ada dibumi ini,.
Maka janji allah,.semua yg di syorga nanti, sandang, pangan dll, termasuk sex,..sudah di halalkan,..tidak ada larangan dan nikmatnya jauh dan sangat melebihi yang ada di bumi,..
Kita merasa aneh,..karena menganggap sex itu adalah hal yang memalukan dan jorok (padahal sex dan nafsu itu adalah berkah & rahmat dari Tuhan) yang tak ternilai
Bayangkan bagaimana orang bisa punta keturunan apabila tidak ada nafsu & sex..??? subhanallah.
hahahahaha bisa aja lu ustat cabul ….
memek aja otak lu .. gua tau bangat hati lu saat baca ayat itu yg terlintas cuma makan enak tidur enak sama ngentot tin memek bidadari kan … apa kaga najis otak lu apa surga jika menajiskan ……….. sex itu najis pakkkkkkkkk ….. mikir manusia tuh sebelum jatuh kedalam dosa kudus dan tidak melakukan sex ……. maka setelah jatuh ke dalam dosa mereka kehilangan kekudusan nya pakkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkkk ………….. maka nya ada sexxxxxxxxxxxxxxxxxxxx lu pikir tuh ………….. kudus bos ………. bukan memek bidadari ………….. ni juga yg bikin otak lu gampang di cuci makanya lu pada nekat ngebon mati sahit di janjikan sexxxxxxxxxxxxxxxxxxxx si ama bidadari …………… booong gak ada itu bulsit besarrrrrr … itu bahkan di dalam
Qs 52: 17 dan Qs 55 : 70-77
lo bisa ngewe tampa keluar peju dan abis di pake tuh bidadari jadi perawan lg trus lupake lg lg lg lg lg lg lalu apa luuuuuuuuuuuuuuuuu itu ……. abis ngebom lu ngewe in tuh bidadari apa ada ajaran kaya gitu ……………… di dunia aja wanita ga mau d madu pakkkkkkkkkkkk ustattttt setan …. apa lg di surga kalo dia diiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii pake trus abis itu lu pake lg bidadari ampe 7 …… yah terserah lu dah kalo lu doyan ngentot mah …………….. gua sumpain lu masuk neraka kaga surga kaga gakk jelas semua keturunan luuuuuuuu
masa upah kebenaran yg telah d upuk dengan susah paya di bayar pake sexxxx ngaco aja lu … makanya mikir jangan ngayallll
kalau goblok ojok ngomong.
makanya sucikan hatiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
ni bulan suciiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii
yg muhrim aja gak boleh ngentotttttttttttttttttttttttttttttttttttttttttt
masa lebih suci dunia dari pada surga …………… tuh lu pikir muka memek
itil nonok memek mumulu tete kenceng bool item peju netes tuh semuaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa lu keluarin dar otak lu baru lu tau
apa itu surga bejat
gampang nya ni lu tanya bini lu tuh mau gak di madu ama bidadari ……………………………….. yg ada di kemplang palalu ama gelas …….. taroan 100.000 dah ama gua .
hahahahahahahaha coba aja baru lu kobel tuh memek bidadari dah melayang tuh pohn pisang ke biji lu ……………. hahahahahaha mules lu langsung CS ………
AJARAN SESAT…
Bukannya di Surga itu yang kita hidupkan adalah Roh?
bukan keinginan jasad/fisik, keinginan dunia seperti sex.
surga itu milik laki-laki , hahahha gila
masak yg masuk cuma yg berperawakan kayak adam aja, terus kayak hawa berarti ga boleh masuk ?
disurga melakukan sex ? kayak didunia fana aja
disurga itu hanya roh kita aja, kita tidak makan tidak minum apalagi sex
semoga kamu segera sadar dan banyaklah membaca referensi islam kalo kamu muslim,kalo non muslim ya jaga ahlakmu biar tdk mencemarkan agamamu.
Semoga Allah mengadzab segera org org yang meremehkan ayat Allah di atas..
Memang benar hidayah tidak di berikan pada semua orang.
Prihatin saya..
Kalau kamu meremehkan nikmat seks di surga..bahasa kamu cabul smua
tak amini aja semoga omonganmu btl yg km say tdi.
Coba lihat Qur’an srt al Fadjr ayat 27-30 akan tahu bahwa yang merasakan kenikmatan sorga bukan wadah pisik di dunia (rogo) nafsu Mutmainnah- nafsu radhiyah – nafsu mardiyah effek syukur terhadap kehendakNya kenapa yang dicari barang baru masih ciptaan tidakkah ingin ketemu yang mencipta; masyhari fatawi
coba saudara amati teks di atas, jika sekiranya saudara adalah muslim maka wajib bagi saudara untuk mengimani apa yang telah tertulis di qur’an, sesungguhnya apa yang ada di kepala atau pikiran kita belum tentu benarnya tapi sebagai orang beriman saya mengatakan bahwa Al-Qur’an adalah sebuah kitab yang tidak ada keraguan di dalamnya, semuanya berasal langsung dari Allah lewat perantara-Nya Malaikat Jibril untuk menyampaikan wahyu kepada Baginda Rasul SAW.
jika kita sesama umat islam masih ada yang mempertentangkan ini maka kadar keimanannya agak diragukan mohon sekiranya kepada anda yang melecehkan untuk segera bertobat dan perbanyaklah istigfar dan bacalah Al-Qur’an serta terjemahannya agar lebih paham
jika sekiranya bagi anda yang melecehkan wacana diatas yang non muslim, maka kembali lah pada kepercayaan anda, agama anda untuk anda dan agama kami untuk kami, dan semoga ampunan dan rahmat Allah tetap tercurah bagi kita semua, Amiin
saya pun meyakini bahwa di surga itu kita hidup lebih nyata dari sekarang ini bukan cuman sekedar ruh saja tapi kita memiliki jasad, sekedar ingin berbagi kepada saudara2ku semua bahwa setelah kita mati maka ruh kita akan keluar dan jasadpun akan hancur. namun yang perlu kita ingat bahwa akan ada hari kebangkitan (hari kiamat/hari yang dijanjikan di padang Mahsyar) dimana semua manusia disatukan kembali antara ruh dan jasadnya, namun nantinya jasad kita tidak seperti yang sekarang ini, semua tergantung amalan kita waktu di dunia, ada golongan kanan yang akan masuk Jannah dan ada golongan kiri yang jadi penghuni neraka, jasad baru kita ini lebih ajaib yang mana saat dipotong kelak di neraka maka akan bersambung kembali kejadian ini akan terulang terus dan rasanya amat pedih lebih pedih dibandingkan jasad kita jika dipotong di dunia dan bayangkanlah ini akan berulang terus menerus hingga jutaan ribu tahun waktu dunia.
saudaraku, akan sangat berbahagia jika kita menjadi penduduk surga kelak, di dalamnya tersedia jutaan kenikmatan yang tidak pernah kita bayangkan, pertanyaannya mengapa Allah memberikan warga surga kenikmatan-kenikmatan yang terlarang di dunia tapi boleh di surga? jawabannya karena warga surga saat hidup di dunia mereka menaati perintah Allah dan menjauhi laranganNya termasuk mengekang hawa nafsunya
saudaraku yang budiman, tidak selamanya sex adalah perbuatan jahat dan dosa, di islam jika kita melakukan hubungan sex diluar pernikahan maka inilah yang disebut dosa, tapi jika melakukannya dengan pasangan sah kita maka ini disebut sebagai ibadah dan ada pahalanya, subhanalloh….
di surga kelak Allah akan menikahkan kita dengan bidadari-bidadari, yang artinya telah disahkan oleh Allah untuk kita jadi jelas ini bukan perbuatan zina di surga, merekapun para bidadari tidak mempunyai watak seperti wanita pada umumnya yang kita jumpai sehari-hari yang tidak mau untuk dimadu, tapi bidadari itu taat dan patuh terhadap perintah Allah hingga tidak ada dalam hati mereka yang berpikir takut di madu
saudaraku dalam islam pun mengajarkan bahwa wanita biasapun akan masuk surga jika Allah menghendaki dia untuk surga, disana dia akan menjadi bidadari untuk suaminya semasa di dunia
saudaraku bertaubatlah sebab pintu surga akan dibukakan untuk hamba Allah yang ingin bertaubat, InsyaAllah, Amiin
Amiin,smg kita termasuk gol orang2 yg tdk meragukan kekuasaan Allah, dan termasuk bagian pengikut Nabi Muhammad yang mendapat rahmatNya dan dikumpulkan di JanahNya kelak. Amiin
Woy !!!! waktunya percaya sama Yesus, hanya DIA yang bisa membawa kita ke surga nggak ada yang lain, tapi pecayalah pada Yesus: wartakan ajarannya,layani sesama,dan takut akan pada NYA.Ayo buruan sebelum terlambat. (nambah:rajinBaca Alkitab dan pergi ke Gereja)
Surga untuk sexxx sama bidadari!!!!!!!!!!!!!!!!!!! : o itu bull shit and piece of shit jangan percaya don’t believe it
untuk menenangkan hati dalam tekanan atau cobaan, bacalah surat di bawah ini
Lahaula walaquawata illa billahil aliyyil adzim